
Menjadi NPC didunia Nyata
Sebagian diantara kita mungkin pernah merasakan canggung ketika berada di tempat umum. Canggung Karena merasa diperhatikan oleh orang lain atau orang random yang berada di sekitar kita. Rasanya setiap mata tertuju pada diri kita.
Apalagi bag seorang introvert, merasa diperhatikan ketika di tempat umum bukanlah hal yang asing. Kadang disertai cemas, gelisah, khawatir, di nilai salah oleh orang lain. Padahal pada kenyataannya sering berbeda dengan apa yang ada di kepala.
Ilusi menjadi pusat perhatian
Otak kita pandai menciptakan ilusi. Saat berada di ruang public, kita merasa menjadi seperti karakter utama dalam sebuah game, dimana kita menjadi orang sudut pandang pertama dan orang lain adalah pemeran atau figuran yang akan membantu kita untuk menamatkan sebuah misi atau cerita. Karena merasa seperti karakter utama, sebisa mungkin kita akan berusaha tampil perpect dan menghindari kesalahan kesalahan kecil di ruang publik.
Misal, ketika kita sendiri duduk di café. Kita merasa diperhatikan orang lain, setiap gerak gerik diperhatikan. Bahkan mungkin cara duduk, makan, minum perlu dipelajari dulu agar kita tidak terlihat salah dan aneh dimata orang lain
di transportasi umum lalu tiba tiba hp yang kita pegang jatuh ke bawah. Pertanyaan yang muncul di otak kita setelah ‘ apa Hp baik baik saja? ’ adalah ‘duh,apa orang disekitar ngelihat kita, malu rasanya diliatin orang’
Atau ketika pakaian kita berbeda di sebuah acara dari orang lain pada umumnya. Selama acara berlangsung rasa cemas dan kekhawatiran orang menganggap kita salah atau norak akan selalu ada
Padahal jika diperhatikan lebih jauh, kita tidaklah penting di mata orang lain apalagi orang random di ruang public. Mereka lebih sibuk untuk memikirkan kehidupannya sendiri, mereka punya misi dan ceritanya masing masing, mereka tidak akan membuang banyak waktu dan energi untuk memperhatikan dan menilai kita. Mereka adalah karakter utama di kedupannya dan justru kita yang menjadi pemain NPC pigurannya.

Kebebasan Saat Menyadari Kita “Bukan Siapa-Siapa”
Saat kita benar-benar menerima bahwa kita bukan pusat perhatian dunia, ada kebebasan yang muncul. Kita jadi lebih berani menjadi diri sendiri. Tidak terlalu takut salah. Tidak terlalu sibuk menyesuaikan diri demi penilaian orang lain.
Menjadi “NPC” di dunia nyata berarti:
- Kita boleh melakukan kesalahan kecil tanpa drama besar.
- Kita boleh diam tanpa harus selalu terlihat menarik.
- Kita boleh hadir tanpa tuntutan untuk mengesankan siapa pun.
Tetap Jadi Player Utama untuk Diri Sendiri
Meski kita NPC di cerita orang lain, bukan berarti hidup kita tidak penting. Justru sebaliknya. Kita tetap player utama dalam hidup kita sendiri. Kita yang menentukan arah, pilihan, dan makna dari perjalanan kita.
Ironisnya, saat kita berhenti berusaha terlihat “sempurna” di mata orang lain, kita justru mulai hidup dengan lebih jujur dan tenang.
Jadi saat merasa semua orang memperhatikan kita, ingatlah satu hal sederhana:
mereka sedang sibuk menjalani gamenya sendiri. Dan kita bebas menjalani cerita kita sendiri, tanpa harus ambil pusing memikirkan orang lain.


